Jika Tidak Menyontek Merupakan Awal Kehancuran

Sebenarnya sekolah itu untuk apa?

Nilai salah satu mata kuliah yang ku ikuti dapat AB.

Seharusnya ku memang harus bersyukur coz dapat nilai itu.

Tapi jika ingat temen2 ku yang lain, rasanya ku jadi orang terbodoh saja.

why??

karena mereka kebanyakan dapat nilai A.

Tanpa susah payah mereka dapat A.

Cukup malam sebelum ujian jarkom cari soal aja yang memang sengaja dah di upload ma dosen pengampu.

Cukup ngapalin jawabannya aja.

Or kalo masih gak mudeng, ya buat catatan aja tuk dibawa masuk ke dalam kelas.

So easy.

So simple.

Sayang, ku gak iso kalo kayak gitu.

Malam ya belajar sebisanya.

Keesokan harinya dapat tuh bocoran soal dari temen.

Coba ku pahami aja.

Akibatnya, waktu Tes Tengah Semester kemarin, nilaiku jelek.

Sedangkan yang lain, dapat 100 bulat, A bo!!

Canggih.

Agak menyesal sih kenapa nilaiku bisa hancur kayak gitu.

Tapi yang paling parah dari semua itu adalah mengapa mereka bisa dapat nilai yang baik without studied hard.

Dan lagi kok bisa-bisanya garap soal perfectly sedangkan soalnya salah.

Mengherankan memang.

Beberapa waktu yang lalu ku sempet ‘protes’ pada tuh dosen.

Tapi tetep aja nilaiku gak terselamatkan.

Malah beliau baru aja ngeh kalo soal yang dibuatnya salah.

Memang salahnya gak gitu ngaruh sih, tapi tetep aja ngaruh.

Gara-gara ku memperhatikan yang salah itu, jawabanku juga ikut salah.

Beliau said 2 me : yang penting tuh pemahamannya.

Kalo cuma ngepentingin pemahaman, kenapa berpengaruh pada nilai?

Sedangkan aku sebagai mahasiswi yang sewaktu-waktu bisa kena DO kalo nilainya gak memenuhi syarat.

Then, aku sempet berpikir: apakah dengan cara ini tuh dosen ‘menyelamatkan’ para anak didiknya?

Ato jangan2 tuh dosen gak yakin dengan apa yang telah diajarkannya?

Mungkin dia takut kalo anak didiknya gak paham ma ilmu yang telah didistribusikannya.

Who knows??

Apapun itu, bagiku tetep menyebalkan.

Ternyata mo sukses dengan hasil kerja sendiri memang berat.

Dengan kecurangan, maka semuanya akan lebih mudah.

So gak heran kalo Indonesia penuh para orang yang mementingkan dirinya sendiri.

Gak heran kalo para koruptor akan terus tumbuh bak jamur di musim penghujan.

Kayak peribahasa, mati satu tumbuh seribu.

At last, Tak tau ku kan bertahan kayak gini sampai kapan.

Memristor

Lebih Dahsyat Daripada Transistor
Rabu, 07 Mei 2008 | 11:31 WIB

TEMPO Interaktif, PALO ALTO: Setiap orang yang pernah mengambil kelas laboratorium elektronika pasti akrab dengan komponen fundamental dalam sebuah sirkuit listrik: resistor, kapasitor, dan induktor.

Semuanya ada tiga, tapi sebenarnya ada empat. Satu lagi, yakni memristor, digagas pertama kali oleh Leon Chua, profesor teknik elektro dan ilmu komputer di University of California Berkeley, 1971 lalu. Menurut Chua, komponen resistor yang memiliki memori atas arus listrik yang pernah melintasinya ini pantas menjadi komponen fundamental keempat karena tidak bisa digantikan oleh kombinasi apapun dari tiga komponen lainnya.

Syarat pembuktiannya yang butuh arus listrik dalam perangkat listrik berskala nano, sepermiliar meter, membuat memristor selama 50 tahun belakangan lebih banyak hidup di awang-awang para ahli fisika ataupun komputer. Hingga akhirnya R. Stanley Williams, peneliti senior di Hewlett-Packard dan direktur di Laboratorium Informasi dan Sistem Quantum muncul dengan laporannya yang dimuat jurnal Nature terbaru.

Bersama Dmitri B. Strukov, seorang pakar fisika teori; Gregory S. Snider, arsitek komputer; dan Duncan R. Stewart yang ahli fisika eksperimen, Stanley memformulasikan sebuah saklar elektronik berskala nanometer yang mampu mengingat apakah ia dalam kondisi mati atau menyala ketika sumber listriknya diputus. Keempatnya berhasil membuktikan fungsi memristor nyata.

Keberhasilan itu menghidupkan kembali mimpi untuk bisa mengembangkan sistem-sistem elektronik dengan efisiensi energi yang jauh lebih tinggi daripada saat ini. Caranya, memori yang bisa mempertahankan informasi bahkan ketika power-nya mati, sehingga tidak perlu ada jeda waktu untuk komputer untuk /boot up/, misalnya, ketika dinyalakan kembali dari kondisi mati. Seperti menyala-mematikan lampu listrik, ke depan komputer juga bisa dihidup-matikan dengan sangat mudah dan cepat.

Keberhasilan ‘menghidupkan’ komponen memristor bahkan diyakini bisa mencipta sistem yang kemampuannya menyamai otak manusia. “Ini perkembangan yang menakjubkan,” kata Chua. “Saya tidak pernah mengira bahwa saya masih memiliki umur untuk menyaksikan hal ini terjadi.”

Stanley dan timnya menunjukkan kalau dua rangkaian memristor-konfigurasi yang disebut crossbar latch- dapat melakukan pekerjaan sebuah transistor. Padahal, selama puluhan tahun perkembangan sebuah model dan konfigurasi chip banyak dibuat dengan menambah lebih banyak transistor dalam sebuah sirkuit listrik alias IC.
Semakin padat komponen dalam satu papan sirkuit, kita semua tahu, menambah beban panas dan cacat rangkaian listrik. “Nah, ketimbang menambah jumlah transistor dalam sirkuit yang sama, kami bisa mencipta sirkuit listrik hibrid dengan transistor yang lebih sedikit dan menambah memristor,” kata Stanley.

Memristor yang berukuran jauh lebih kecil daripada transistor konvensional juga memainkan peranan kunci dalam masa depan industri elektronik, dan merintis ke arah pembenaran apa yang disebut Hukum Moore. Gordon Moore, satu diantara pendiri Intel, perusahaan pembuat prosesor, pernah mengeluarkan aksioma bahwa transistor yang tidak mahal meningkat eksponensial dalam dua tahun.

Tapi, apakah industri akan segera mengadopsi memrsitor, masih harus dibuktikan dengan waktu. James Tour dan Tao He dari Universitas Rice di Houston menyatakan bahwa walaupun memiliki kelebihan sebagai transistor alternatif, “Konsep memristor harus melewati tebing terjal untuk diterima industri”.

Mereka menyatakan industri elektronik akan menerima penggunaan memristor, hanya setelah demonstrasi keberhasilannya dalam produksi skala besar. “Ketika itu terjadi, persaingan untuk membuat alat elektronik yang lebih kecil akan berlangsung sengit,” kata keduanya.
l amal ihsan/newscientist/newsvine/afp/hp

Wi-fi Bisa Menyebabkan Autis?

Saat ini kita sudah sangat akrab dengan istilah Hot Spot. Ini adalah istilah dimana kita bisa mengakses internet dengan mudah karena ada jaringan bebas kabel Wi Fi atau Wireless Fidelity. Bahkan, hampir semua perangkat teknologi, saat ini sudah bisa langsung terhubung ke internet dengan mudah berkat adanya Wi Fi ini.

Tapi, apakah gelombang sinyal yang dipancarkan Wi Fi ini tidak berbahaya?

Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang terus dikembangkan oleh para peneliti. Sebab, seperti juga sinyal handphone, sampai saat ini pun masih banyak penelitian yang saling berlomba untuk membuktikan berbahaya atau tidaknya gelombang-gelombang elektromagnet tersebut. Beberapa waktu lalu, sebuah penelitian tentang efek sinyal Wi Fi dilakukan oleh para peneliti dari Australia. Penelitian yang kemudian dimuat dalam Australasian Journal of Clinical Enviromental Medicine itu memperoleh hasil yang mengejutkan. Ternyata, gelombang yang dipancarkan Wi Fi bisa berpengaruh pada anak-anak dan bisa menyebabkan autis. Dalam penelitian itu, disebutkan bahwa gelombang Wi Fi disinyalir bisa mempercepat perkembangan penyakit autis pada anak-anak. Hal ini dibuktikan dalam studi yang melibatkan anak-anak pada tahun 2005 dan 2006. “Radiasi elektromagnetis dari Wi-Fi kelihatannya menjebak unsur tertentu dalam otak dan menyebabkan gejala autisme pada anak makin meningkat,” ungkap Dr. George Carlo, salah satu yang terlibat dalam penelitian itu. Dr George sebelumnya juga adalah peneliti efek penggunaan ponsel terhadap meningkatnya angka anak yang menderita autis. Penelitian ini tentu tak bertujuan untuk menakut-nakuti orang untuk menggunakan teknologi. Tapi, agar kita bisa lebih berhati-hati dalam menggunakannya.

Bagaimana pendapat Anda?

Andriewongso.com

Routing Dinamik OSPF (Purwono Hendradi)

Routing Protokol untuk Jaringan Lokal

Setelah membahas sekian banyak jenis routing protokol yang umum digunakan dalam jaringan, kali ini yang akan dibahas adalah sebuah routing protokol yang paling terkenal dalam dunia jaringan lokal berskala menengah hingga besar. Khususnya para administrator jaringan berskala menengah sampai besar, paling tidak pernah mengenal routing protokol yang satu ini walaupun belum pernah mengimplementasikannya. Routing protokol ini bernama Open Shortest Path First atau yang lebih sering disebut
dengan nama OSPF.

Mengapa dikatakan paling terkenal? Yang menyebabkan OSPF menjadi terkenal adalah karena routing protokol ini notabene adalah yang paling cocok digunakan dalam jaringan lokal berskala sedang hingga enterprise. Misalnya di kantor-kantor yang menggunakan lebih dari 50 komputer beserta perangkat-perangkat lainnya, atau di perusahaan dengan banyak cabang dengan banyak klien komputer, perusahaan multinasional dengan banyak cabang di luar negeri, dan banyak lagi. Mengapa dikatakan paling cocok? Karena OSPF
memiliki tingkat skalabilitas, reliabilitas, dan kompatibilitas yang tinggi. Mengapa demikian? Nanti akan dibahas satu per satu di bawah.

Selain paling cocok, kemampuan routing protokol ini juga cukup hebat dengan disertai banyak fitur pengaturan. Sebuah routing protokol dapat dikatakan memiliki kemampuan hebat selain dapat mendistribusikan informasi routing dengan baik juga harus dapat dengan mudah diatur sesuai kebutuhan penggunanya. OSPF memiliki semua ini dengan berbagai pernak-pernik pengaturan dan fasilitas di dalamnya.

OSPF memang sangat banyak penggunanya karena fitur dan kemampuan yang cukup hebat khususnya untuk jaringan internal sebuah organisasi atau perusahaan. Dibandingkan dengan RIP dan IGRP, yang sama-sama merupakan routing protokol jenis IGP (Interior Gateway Protocol), OSPF lebih powerful, skalabel, fleksibel, dan lebih kaya akan fitur.

Apa Sebenarnya OSPF?


OSPF merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain, Anda masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika Anda sudah tidak memiliki hak untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan sebagai jaringan eksternal.

Selain itu, OSPF juga merupakan routing protokol yang berstandar terbuka. Maksudnya adalah routing protokol ini bukan ciptaan dari vendor manapun. Dengan demikian, siapapun dapat menggunakannya, perangkat manapun dapat kompatibel dengannya, dan di manapun routing protokol ini dapat diimplementasikan.

OSPF merupakan routing protokol yang menggunakan konsep hirarki routing, artinya OSPF membagi-bagi jaringan menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan area. Dengan menggunakan konsep hirarki routing ini sistem penyebaran informasinya menjadi lebih teratur dan tersegmentasi, tidak menyebar ke sana ke mari dengan sembarangan.

Efek dari keteraturan distribusi routing ini adalah jaringan yang penggunaan bandwidth-nya lebih efisien, lebih cepat mencapai konvergensi, dan lebih presisi dalam menentukan rute-rute terbaik menuju ke sebuah lokasi. OSPF merupakan salah satu routing protocol yang selalu berusaha untuk bekerja demikian.

Teknologi yang digunakan oleh routing protokol ini adalah teknologi link-state yang memang didesain untuk bekerja dengan sangat efisien dalam proses pengiriman update informasi rute. Hal ini membuat routing protokol OSPF menjadi sangat cocok untuk terus dikembangkan menjadi network berskala besar. Pengguna OSPF biasanya adalah para administrator jaringan berskala sedang sampai besar. Jaringan dengan jumlah router lebih dari sepuluh buah, dengan banyak lokasi-lokasi remote yang perlu juga dijangkau dari pusat, dengan jumlah pengguna jaringan lebih dari lima ratus perangkat komputer, mungkin sudah layak menggunakan routing protocol ini.

Bagaimana OSPF Membentuk Hubungan dengan Router Lain?
Untuk memulai semua aktivitas OSPF dalam menjalankan pertukaran informasi routing, hal pertama yang harus dilakukannya adalah membentuk sebuah komunikasi dengan para router lain. Router lain yang berhubungan langsung atau yang berada di dalam satu jaringan dengan router OSPF tersebut disebut dengan neighbour router atau router tetangga.

Langkah pertama yang harus dilakukan sebuah router OSPF adalah harus membentuk hubungan dengan neighbour router. Router OSPF mempunyai sebuah mekanisme untuk dapat menemukan router tetangganya dan dapat membuka hubungan. Mekanisme tersebut disebut dengan istilah Hello protocol.

Dalam membentuk hubungan dengan tetangganya, router OSPF akan mengirimkan sebuah paket berukuran kecil secara periodik ke dalam jaringan atau ke sebuah perangkat yang terhubung langsung dengannya. Paket kecil tersebut dinamai dengan istilah Hello packet. Pada kondisi standar, Hello packet dikirimkan berkala setiap 10 detik sekali (dalam media broadcast multiaccess) dan 30 detik sekali dalam media Point-to-Point.

Hello packet berisikan informasi seputar pernak-pernik yang ada pada router pengirim. Hello packet pada umumnya dikirim dengan menggunakan multicast address untuk menuju ke semua router yang menjalankan OSPF (IP multicast 224.0.0.5). Semua router yang menjalankan OSPF pasti akan mendengarkan protokol hello ini dan juga akan mengirimkan hello packet-nya secara berkala. Cara kerja dari Hello protocol dan pembentukan neighbour router terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari jenis media di mana router OSPF berjalan.

OSPF Bekerja pada Media Apa Saja?


Seperti telah dijelaskan di atas, OSPF harus membentuk hubungan dulu dengan router tetangganya untuk dapat saling berkomunikasi seputar informasi routing. Untuk membentuk sebuah hubungan dengan router tetangganya, OSPF mengandalkan Hello protocol. Namun uniknya cara kerja Hello protocol pada OSPF berbeda-beda pada setiap jenis media. Ada beberapa jenis media yang dapat meneruskan informasi OSPF, masing-masing memiliki karakteristik sendiri, sehingga OSPF pun bekerja mengikuti karakteristik mereka. Media tersebut adalah sebagai berikut:

  • Broadcast Multiaccess
    Media jenis ini adalah media yang banyak terdapat dalam jaringan lokal atau LAN seperti misalnya ethernet, FDDI, dan token ring. Dalam kondisi media seperti ini, OSPF akan mengirimkan traffic multicast dalam pencarian router-router neighbour-nya. Namun ada yang unik dalam proses pada media ini, yaitu akan terpilih dua buah router yang berfungsi sebagai Designated Router (DR) dan Backup Designated Router (BDR). Apa itu DR dan BDR akan dibahas berikutnya.
  • Point-to-Point
    Teknologi Point-to-Point digunakan pada kondisi di mana hanya ada satu router lain yang terkoneksi langsung dengan sebuah perangkat router. Contoh dari teknologi ini misalnya link serial. Dalam kondisi Point-to-Point ini, router OSPF tidak perlu membuat Designated Router dan Back-up-nya karena hanya ada satu router yang perlu dijadikan sebagai neighbour. Dalam proses pencarian neighbour ini, router OSPF juga akan melakukan pengiriman Hello packet dan pesan-pesan lainnya menggunakan alamat multicast bernama AllSPFRouters 224.0.0.5.
  • Point-to-Multipoint
    Media jenis ini adalah media yang memiliki satu interface yang menghubungkannya dengan banyak tujuan. Jaringan-jaringan yang ada di bawahnya dianggap sebagai serangkaian jaringan Point-to-Point yang saling terkoneksi langsung ke perangkat utamanya. Pesan-pesan routing protocol OSPF akan direplikasikan ke seluruh jaringan Point-to-Point tersebut.
    Pada jaringan jenis ini, traffic OSPF juga dikirimkan menggunakan alamat IP multicast. Tetapi yang membedakannya dengan media berjenis broadcast multi-access adalah tidak adanya pemilihan Designated dan Backup Designated Router karena sifatnya yang tidak
    meneruskan broadcast.
  • Nonbroadcast Multiaccess (NBMA)
    Media berjenis Nonbroadcast multi-access ini secara fisik merupakan sebuah serial line biasa yang sering ditemui pada media jenis Point-to-Point. Namun secara faktanya, media ini dapat menyediakan koneksi ke banyak tujuan, tidak hanya ke satu titik saja. Contoh dari media ini adalah X.25 dan frame relay yang sudah sangat terkenal dalam menyediakan solusi bagi kantor-kantor yang terpencar lokasinya. Di dalam penggunaan media ini pun dikenal dua jenis penggunaan, yaitu jaringan partial mesh dan fully mesh.
    OSPF melihat media jenis ini sebagai media broadcast multiaccess. Namun pada kenyataannya, media ini tidak bisa meneruskan broadcast ke titik-titik yang ada di dalamnya. Maka dari itu untuk penerapan OSPF dalam media ini, dibutuhkan konfigurasi DR dan BDR yang dilakukan secara manual. Setelah DR dan BDR terpilih, router DR akan mengenerate LSA untuk seluruh jaringan.
    Dalam media jenis ini yang menjadi DR dan BDR adalah router yang memiliki koneksi langsung ke seluruh router tetangganya. Semua traffic yang dikirimkan dari router-router neighbour akan direplikasikan oleh DR dan BDR untuk masing-masing router dan dikirim dengan menggunakan alamat unicast atau seperti layaknya proses OSPF pada media Point-to-Point.

Bagaimana Proses OSPF Terjadi?


Secara garis besar, proses yang dilakukan routing protokol OSPF mulai dari awal hingga dapat saling bertukar informasi ada lima langkah. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

1. Membentuk Adjacency Router
Adjacency router arti harafiahnya adalah router yang bersebelahan atau yang terdekat. Jadi proses pertama dari router OSPF ini adalah menghubungkan diri dan saling berkomunikasi dengan para router terdekat atau neighbour router. Untuk dapat membuka komunikasi, Hello protocol akan bekerja dengan mengirimkan Hello packet.

Misalkan ada dua buah router, Router A dan B yang saling berkomunikasi OSPF. Ketika OSPF kali pertama bekerja, maka kedua router tersebut akan saling mengirimkan Hello packet dengan alamat multicast sebagai tujuannya. Di dalam Hello packet terdapat sebuah field yang berisi Neighbour ID. Misalkan router B menerima Hello packet lebih dahulu dari router A. Maka Router B akan mengirimkan kembali Hello packet-nya dengan disertai ID dari Router A.

Ketika router A menerima hello packet yang berisikan ID dari dirinya sendiri, maka Router A akan menganggap Router B adalah adjacent router dan mengirimkan kembali hello packet yang telah berisi ID Router B ke Router B. Dengan demikian Router B juga akan segera menganggap Router A sebagai adjacent routernya. Sampai di sini adjacency
router telah terbentuk dan siap melakukan pertukaran informasi routing.

Contoh pembentukan adjacency di atas hanya terjadi pada proses OSPF yang berlangsung pada media Point-to-Point. Namun, prosesnya akan lain lagi jika OSPF berlangsung pada media broadcast multiaccess seperti pada jaringan ethernet. Karena media broadcast akan meneruskan paket-paket hello ke seluruh router yang ada dalam jaringan, maka adjacency router-nya tidak hanya satu. Proses pembentukan adjacency akan terus berulang sampai semua router yang ada di dalam jaringan tersebut menjadi adjacent router.

Namun apa yang akan terjadi jika semua router menjadi adjacent router? Tentu komunikasi OSPF akan meramaikan jaringan. Bandwidth jaringan Anda menjadi tidak efisien terpakai karena jatah untuk data yang sesungguhnya ingin lewat di dalamnya akan berkurang. Untuk itu pada jaringan broadcast multiaccess akan terjadi lagi sebuah proses pemilihan router yang menjabat sebagai “juru bicara” bagi router-router lainnya. Router juru bicara ini sering disebut dengan istilah Designated Router. Selain router juru bicara, disediakan juga back-up untuk router juru bicara ini. Router ini disebut dengan istilah Backup Designated Router. Langkah berikutnya adalah proses pemilihan DR dan BDR, jika memang diperlukan.

2. Memilih DR dan BDR (jika diperlukan)
Dalam jaringan broadcast multiaccess, DR dan BDR sangatlah diperlukan. DR dan BDR akan menjadi pusat komunikasi seputar informasi OSPF dalam jaringan tersebut. Semua paket pesan yang ada dalam proses OSPF akan disebarkan oleh DR dan BDR. Maka itu, pemilihan DR dan BDR menjadi proses yang sangat kritikal. Sesuai dengan namanya, BDR merupakan “shadow” dari DR. Artinya BDR tidak akan digunakan sampai masalah terjadi pada router DR. Ketika router DR bermasalah, maka posisi juru bicara akan langsung diambil oleh router BDR. Sehingga perpindahan posisi juru bicara akan berlangsung dengan smooth.

Proses pemilihan DR/BDR tidak lepas dari peran penting Hello packet. Di dalam Hello packet ada sebuah field berisikan ID dan nilai Priority dari sebuah router. Semua router yang ada dalam jaringan broadcast multi-access akan menerima semua Hello dari semua router yang ada dalam jaringan tersebut pada saat kali pertama OSPF berjalan. Router dengan nilai Priority tertinggi akan menang dalam pemilihan dan langsung menjadi DR. Router dengan nilai Priority di urutan kedua akan dipilih menjadi BDR. Status DR dan BDR ini tidak akan berubah sampai salah satunya tidak dapat berfungsi baik, meskipun ada router lain yang baru bergabung dalam jaringan dengan nilai Priority-nya lebih tinggi.

Secara default, semua router OSPF akan memiliki nilai Priority 1. Range Priority ini adalah mulai dari 0 hingga 255. Nilai 0 akan menjamin router tersebut tidak akan menjadi DR atau BDR, sedangkan nilai 255 menjamin sebuah router pasti akan menjadi DR. Router ID biasanya akan menjadi sebuah “tie breaker” jika nilai Priority-nya sama. Jika dua buah router memiliki nilai Priority yang sama, maka yang menjadi DR dan BDR adalah router dengan nilai router ID tertinggi dalam jaringan.

Setelah DR dan BDR terpilih, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan seluruh informasi jalur dalam jaringan.

3. Mengumpulkan State-state dalam Jaringan
Setelah terbentuk hubungan antarrouter-router OSPF, kini saatnya untuk bertukar informasi mengenai state-state dan jalur-jalur yang ada dalam jaringan. Pada jaringan yang menggunakan media broadcast multiaccess, DR-lah yang akan melayani setiap router yang ingin bertukar informasi OSPF dengannya. DR akan memulai lebih dulu proses pengiriman ini. Namun yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, siapakah yang memulai lebih dulu pengiriman data link-state OSPF tersebut pada jaringan Point-to-Point?

Untuk itu, ada sebuah fase yang menangani siapa yang lebih dulu melakukan pengiriman. Fase ini akan memilih siapa yang akan menjadi master dan siapa yang menjadi slave dalam proses pengiriman.

Router yang menjadi master akan melakukan pengiriman lebih dahulu, sedangkan router slave akan mendengarkan lebih dulu. Fase ini disebut dengan istilah Exstart State. Router master dan slave dipilih berdasarkan router ID tertinggi dari salah satu router. Ketika sebuah router mengirimkan Hello packet, router ID masing-masing juga dikirimkan ke router neighbour.

Setelah membandingkan dengan miliknya dan ternyata lebih rendah, maka router tersebut akan segera terpilih menjadi master dan melakukan pengiriman lebih dulu ke router slave. Setelah fase Exstart lewat, maka router akan memasuki fase Exchange. Pada fase ini kedua buah router akan saling mengirimkan Database Description Packet. Isi paket ini adalah ringkasan status untuk seluruh media yang ada dalam jaringan. Jika router penerimanya belum memiliki informasi yang ada dalam paket Database Description, maka router pengirim akan masuk dalam fase loading state. Fase loading state merupakan fase di mana sebuah router mulai mengirimkan informasi state secara lengkap ke router tetangganya.

Setelah loading state selesai, maka router-router yang tergabung dalam OSPF akan memiliki informasi state yang lengkap dan penuh dalam database statenya. Fase ini disebut dengan istilah Full state. Sampai fase ini proses awal OSPF sudah selesai, namun database state tidak bisa digunakan untuk proses forwarding data. Maka dari itu, router akan memasuki langkah selanjutnya, yaitu memilih rute-rute terbaik menuju ke suatu lokasi yang ada dalam database state tersebut.

4. Memilih Rute Terbaik untuk Digunakan
Setelah informasi seluruh jaringan berada dalam database, maka kini saatnya untuk memilih rute terbaik untuk dimasukkan ke dalam routing table. Jika sebuah rute telah masuk ke dalam routing table, maka rute tersebut akan terus digunakan. Untuk memilih rute-rute terbaik, parameter yang digunakan oleh OSPF adalah Cost. Metrik Cost biasanya akan menggambarkan seberapa dekat dan cepatnya sebuah rute. Nilai Cost didapat dari perhitungan dengan rumus:
Cost of the link = 108 /
Bandwidth

Router OSPF akan menghitung semua cost yang ada dan akan menjalankan algoritma Shortest Path First untuk memilih rute terbaiknya. Setelah selesai, maka rute tersebut langsung dimasukkan dalam routing table dan siap digunakan untuk forwarding data.

5. Menjaga Informasi Routing Tetap Upto-date
Ketika sebuah rute sudah masuk ke dalam routing table, router tersebut harus juga me-maintain state database-nya. Hal ini bertujuan kalau ada sebuah rute yang sudah tidak valid, maka router harus tahu dan tidak boleh lagi menggunakannya.

Ketika ada perubahan link-state dalam jaringan, OSPF router akan melakukan flooding terhadap perubahan ini. Tujuannya adalah agar seluruh router dalam jaringan mengetahui perubahan tersebut.

Sampai di sini semua proses OSPF akan terus berulang-ulang. Mekanisme seperti ini membuat informasi rute-rute yang ada dalam jaringan terdistribusi dengan baik, terpilih dengan baik dan dapat digunakan dengan baik pula.

Jaringan Besar? Gunakan OSPF!
Sampai di sini proses dasar yang terjadi dalam OSPF sudah lebih dipahami, meskipun masih sangat dasar dan belum detail. Melihat proses terjadinya pertukaran informasi di atas, mungkin Anda bisa memprediksi bahwa OSPF merupakan sebuah routing protokol yang kompleks dan rumit. Namun di balik kerumitannya tersebut ada sebuah kehebatan yang luar biasa. Seluruh informasi state yang ditampung dapat membuat rute terbaik pasti terpilih dengan benar. Selain itu dengan konsep hirarki, Anda dapat membatasi ukuran link-state database-nya, sehingga tidak terlalu besar. Artinya proses CPU juga menjadi lebih ringan.

Daftar Pustaka:

  • pcmedia.or.id

Nama Kelompok:

Menambah speed browser Firefox

carane adalah:
di address bar ketik about:config disitu akan di tampilkan semua tentang konfigurasi firefox .

then,cari

network.http.pipelining
network.http.proxy.pipelining
network.http.pipelining.maxrequests

ubah confignya yang false menjadi true seperti ini

Set “network.http.pipelining” to “true”
Set “network.http.proxy.pipelining” to “true”

Lalu ubah nilai
Set “network.http.pipelining.maxrequests” requestnya menjadi 60. ini artinya akan melalukan 60 request. (tergantung kalian mau ubah jadi berapa..)

Last, buat “nglayout.initialpaint.delay” ganti valuenya jadi “0″
Ini fungsinya untuk waktu browser menunggu dalam menerima file jadi dengan begini akan lebih cepat dengan tidak menunggu waktu yang lama…kalo ga ada ya tambah sendiri dunk. klik kanan new > integer
tu ilmu ku dapat dari seorang temen. coba aja dipratekkan.okey… .

5 varian Virus KSpoold: DOC & XLS menjadi EXE

Sabtu, 5-Jan-2008 | 06:35:39 - oleh : sfl_anwar

Walau secara pemrograman virus KSpoold termasuk sederhana, namun inovasi yang efektif dan efisien yang dilakukan oleh pembuatnya, seakan membawa pakem baru dalam dunia pervirusan di Indonesia.

Namun efek yang ditugaskan oleh pembuatnya, mengubah file .DOC dan .XLS menjadi .EXE serta merusak file database .MDF, .LDF dan .DBF, cukup mengkhawatirkan dan merepotkan pengguna yang dokumennya menjadi korban.

(See picture b1.jpg)

Dibuat oleh programmer Indonesia dengan menggunakan Delphi, inilah virus lokal pertama yang kami temukan mampu menggunakan teknik services dan injeksi kode secara efektif dan efisien. Selain itu, tidak seperti virus lokal kebanyakan, virus KSpoold sama sekali tidak tertarik untuk mengutak-ngatik registry. Walau begitu, teknik baru yang dipakai virus ini terbukti efektif melindungi dirinya sendiri dan menyebar dengan luas.

(See picture b2.jpg)

Sayangnya, KSpoold mengemban tugas “jahat” yakni mencari file .DOC dan .XLS di setiap drive removable disk (seperti USB Flash Disk) untuk disusupkan program utama virus ini pada setiap file .DOC dan .XLS yang ditemukan. Setelah disusupi, ekstensi file dokumen .DOC dan .XLS tadi akan berubah menjadi .EXE dan tidak lupa virus akan menyesuaikan icon file dengan jenis dokumen yang diinfeksinya. Selain itu, entah untuk maksud apa, virus ini dapat merusak file database yang berekstensi .MDF, .LDF dan .DBF.

Antivirus sebaiknya mampu melumpuhkan terlebih dulu services virus ini di memory dan mencabut injeksinya pada process yang menjadi target virus ini. Tanpa melakukan hal ini, maka akan sulit mengatasi virus ini secara tuntas, karena akan kembali menginfeksi dokumen Anda. Setelah itu, barulah proses pencarian dan perbaikan file dilakukan. Faktanya, belum ada satupun antivirus yang dibuat khusus untuk virus ini yang mampu melakukannya secara tuntas, terutama mencabut injeksi kodenya.
http://www.gsn-soeki.com/wouw/search.php?stext=virus+doc+xls

Walau KSpoold menggunakan teknik services dan injeksi kode, dengan algoritma khusus yang dikembangkan oleh ahli antivirus di PC Media, [new link] PCMAV SE for KSpoold mampu melumpuhkan lima varian dari virus ini secara sempurna, baik di memory, process, maupun di file. Selain itu, file DOC dan XLS yang terinfeksi juga mampu dipulihkan seperti sedia kala, tanpa cacat sedikitpun. Anda pun bisa tenang karena dokumen DOC dan XLS penting milik Anda tetap terselamatkan secara aman.

Namun jangan lupa untuk *selalu* meng-non-aktifkan terlebih dulu System Restore di Windows Anda sebelum menjalankan PCMAV SE for KSpoold. Selain itu, berlatihlah untuk selalu disiplin dalam mem-backup data penting Anda. Bukankah penyesalan akibat kehilangan data penting selalu datang belakangan?

[update! VARIAN BARU]
Varian baru KSpoold ini dikenal oleh PCMAV sebagai KSpoold.B. Pada variannya kali ini, services dari virus tidak lagi aktif di memory. Kali ini ia langsung meng-injeksi-kan sebuah DLL dengan nama avwav32.dll, yang juga merupakan bagian dari virusnya sendiri, ke dalam sebuah process aplikasi yang sedang aktif. Dengan teknik ini, prosedur virus menjadi semacam sebuah modul baru dalam process aplikasi tersebut.

Bekerja dengan hanya melalui proses injeksi DLL semacam ini, tanpa services maupun process, baru kali pertama kami temukan diimplementasikan pada virus lokal. Namun demikian, teknik injeksi ini telah lama ada dan banyak digunakan oleh trojan dari luar negeri. Injeksi DLL semacam ini mampu menjadikan virus ini bersifat relatif siluman (stealth) karena tidak terdeteksi melalui Task Manager. Selain itu, ia pun sulit untuk dimatikan terutama jika menginjeksi process penting sistem. Menggunakan library khusus untuk un-inject yang bersifat umum juga tidak mudah, mengingat kita harus mempelajari dulu teknik virus tersebut melakukan injeksi.

(See picture b3.jpg)

Dan sama seperti variannya terdahulu, ia masih akan tetap menginfeksi dokumen .DOC dan .XLS Anda. Setiap file dokumen yang telah terinfeksi oleh virus ini akan menjadi sebuah file .EXE (executable), namun bedanya file terinfeksi tersebut iconnya akan berubah menjadi seperti icon file virus yakni seperti program “Uninstaller”. Karena pada varian lalu, file yang terinfeksi iconnya akan menyesuaikan dengan tipe dokumen yang ia infeksikan, icon Word ataupun Excel.

PCMAV RC17 yang akan rilis tidak lama lagi telah mampu mengatasi lima varian KSpoold ini secara sempurna dan tuntas 100%, termasuk secara otomatis mengetahui ekstensi dokumen yang sesuai. Bahkan, jika antivirus lain kesulitan mengatasi injeksi virus ini pada sistem memory, maka PCMAV dengan mudah dapat melumpuhkannya. Untuk sementara waktu Anda bisa membasminya dengan PCMAV SE for KSpoold versi terbaru di bawah ini:

[new link] PCMAV SE for KSpoold (5 variants): http://www.divshare.com/download/943464-010

Catatan: PCMAV SE terbaru ini dilengkapi dengan parameter “/FORCE”. PCMAV SE sebelumnya telah dilengkapi filter agar perbaikan file WAJIB sesempurna mungkin seperti aslinya dan menolak memperbaiki file dokumen yang dianggap tidak orisinal ataupun format dokumen tidak dikenal. Namun, jika Anda ingin (baca: memaksa) dokumen tersebut dapat tetap diselamatkan walau tanpa filter apapun, maka gunakanlah parameter tersebut. Dengan ini maka PCMAV SE for KSpoold versi sebelumnya dinyatakan tidak berlaku lagi dan link-nya telah ditutup.

diambil dari: smkn1tgt.net

IM3 0,00000000001/detik vs XL 0,00000…1/detik

Tulisan ini di ambil dari blog Khalid Mustafa

Baru kemarin IM3 mengeluarkan program 0,00000000001/detik ke lain operator, hari ini, 5 Maret 2008, XL secara resmi mengeluarkan program Rp. 600, sampe puaaasssss. (Situs resminya dapat dilihat disini)Tapi, sebelum saya mulai menghitung, terlebih dulu saya akan mengomentari iklan yang hari ini mulai disebarkan kemana-mana.

Yang pertama adalah, tulisan pada Banner/Iklan tersebut tertulis “Tarif Termurah (dijamin) ke semua operator.” Kemudian pada baris berikutnya tertulis kalimat “Rp. 600 sampe puaasssss”

Intrepretasi atau penafsiran yang muncul bagi masyarakat apabila melihat sepintas hal ini adalah “Tarif termurah ke semua operator, Rp. 600 sampai puas”

Padahal, lagi-lagi itu salah penafsiran, karena 600 sampai puas itu berlaku untuk sesama XL apabila melakukan panggilan dari pukul 23.00 sampai dengan 10.59.

Penjelasan lagi-lagi berada pada bagian bawah dengan font yang kecil. Apalagi saya yakin bahwa iklan ini akan disebarkan dalam berbagai bentuk, dimana penjelasan rinci tidak mungkin diikutkan pada versi iklan yang lebih kecil. Paling hanya tulisan “Info lebih lanjut, buka xl.co.id” -D

Kalau begitu, berapa tarif XL ke lain operator saat ini ? Benarkah statemen “dijamin termurah ?”

Untuk menghitung hal tersebut, saya menggunakan tabel tarif yang dikeluarkan oleh XL sendiri.

Untuk perhitungannya, saya kembali menggunakan skenario pada tulisan sebelumnya, dengan penambahan alokasi waktu diatas 10 menit hingga mencapai 15 menit agar masuk dalam cakupan promo XL.

  1. Pemakaian 90 detikBiaya yang dikeluarkan pada skenario ini masih tetap sama dengan tarif sebelumnya, yaitu 90 x 25 = Rp. 2.250,-
  2. Pemakaian 120 detik (2 menit)Ini adalah batas akhir program dengan biaya Rp 25/detik, sehingga biaya yang harus dikeluarkan adalah 120 x 25 = Rp.3.000,-
  3. Pemakaian 180 detik (3 menit)Ini adalah skema yang termurah untuk XL, dimana tarif setelah 120 detik atau 2 menit dianggap gratis, jadi tidak ada pengulangan tarif. Pelanggan membayar (120 x 25) + (60 x 0) = Rp. 3.000,-
  4. Pemakaian 240 detik (4 menit) sampai 600 detik (10 menit)Sama dengan point nomor 3
  5. Pemakaian 660 detik (11 menit)Skenario ini adalah skenario yang “unik” dari XL, karena tarif tidak kembali ke Rp. 25/detik seperti skenario XL 0,1/detik yang dulu, melainkan turun menjadi Rp. 10/detik. Dengan skenario ini, maka biaya yang harus dikeluarkan adalah (120 x 25) + (480 x 0) + (60 x 10) = Rp. 3.600,-
  6. Pemakaian 900 detik (15 menit)Saya mencoba untuk menghitung pembulatan 15 menit, agar ada perbandingan harga yang cukup besar dengan skenario sebelumnya. Biaya yang dikeluarkan adalah (120 x 25) + (480 x 0) + (300 x 10) = Rp. 6.000,-

Nah, sekarang bagaimana kalau dibandingkan dengan program IM3 yang 0,00000000001/detik ?

Di bawah ini adalah tabel yang saya coba buat untuk menghitung hal tersebut:

Terlihat bahwa kali ini XL cukup “telak” mengungguli IM3 dalam panggilan biaya ke lain operator. Khususnya apabila panggilan dilakukan diatas 4 menit. Namun, dibawah itu, IM3 masih unggul.

Silakan menyimpulkan dari hal ini -D