aku telah mencintaimu :)

Ujung kuas mengukir gurat senyumnya

Garis macam apakah yang akan kulukis ?

Jika wajahnya tak kukenal.

Namun hadirnya menembus dinding kehampaan

Kekosongan adalah sebenarnya

Kegelapan rupa wajahnya

Karena kepekatan seseungguhnya merupakan dirinya

Kusentuh ribuan bahkan jutaan tanya yang berpisah dengan jawab

Berharap tanya itu menemukan jawab suatu saat

Kurasakan perih mengiris hati

Kubayangkan dia yang mengalami

Kutawarkan perban penekan luka

Kukatakan semuanya will be OK

Hati terasa lapang

Kuraih senyunnya untukku

Kehampaan di telapak tanganku

Ujung kuas hitam masih mencoba melukis lekuk tipis rautnya

Entah sampai kapan terus kulakukan

Namun akan terus kulakukan

Kunamakan itu sebuah episode bernama asa

Taukah kau ?

Sebelum kau jumpa akan dirimu telah tersimpan bayang senyummu dalam lubuk hatiku

Telah kau ukir akanmu di relung hatiku

Tanpa kutahu kapan kau datang

Ukiran akanmu yang terus menghantuiku,

Untuk percya bahwa semua ini memang tercipta untuk diriku

Dan sebelum bayang senyum itu singgah, aku telah mencintaimu

Lalu,

Tak salah jika bayang senyummu kubiarkan menghantuiku

Yang kuyakini suatu saat berubah menjadi guratan

Gurat demi gurat menjelma sebuah keberadaan

Keberadaan seorang makhluk

Atau malaikat ?

Aku tak tahu

Yang kutahu, dirimu ada entah dimana

Yang kemudian mendatangiku

Mengajakku duduk melukis pelangi tanpa hujan.

5 Responses

  1. mmm nice poem..
    tapi aq belum ketemu benang merahnya tuh? bisa dibantu? sedikit berputar2, objek explorasi kurang fokus.

  2. tentu aku gak akan nulis yang gak ada benang merahnya kan?!
    intinya kata guru bahasa indonesiaku, semua puisi itu tergantung pada penafsiran masing2 individu.

  3. uhm…
    ikhwan boleh menikmati syair diataskah??

  4. Puisi yang bagus

Leave a Reply