Setiap perbuatan yang dilakukan biasanya berawal dari sebuah pertanyaan. Demikian juga dasar pemikiranku ini.
Kali ini tentang sebuah ‘mengapa’ yang akan mengubah sebuah paradigma pemikiran.
Mengapa di kampus, kami para mahasiswa tidak diperbolehkan untuk memakai kaos?
Padahal kami tinggal di Indonesia yang nota benenya adalah sebuah negara yang beriklim tropis. Tentu saja hawanya terasa panas. Apalagi kalau anda tinggal di daerah perkotaan, maka akan merasa sangat kegerahan. Bukan main panasnya. Ditambah lagi dengan polusi yang sedemikian mengganggu.
Untuk itu bukankah akan lebih baik jika kita memakai kaos yang dapat menyerap keringat. Bukannya malah memakai jas berdasi seperti yang dipakai oleh para pejabat teras di negeri ini.
Sekedar sebuah cerita, waktu itu aku dan temen- teman sedang mengikuti tes di universitasku. Pada saat kami mulai mengerjakan soal, salah seorang temanku disuruh untuk keluar oleh pengawas. Usut punya usut ternyata hal itu terjadi karena temanku itu memakai kaos. Dan dia harus mengganti kaos yang dia pakai dengan kemaja. Setelah dipikir-pikir, aku makin tak mengerti mengapa hal itu bisa terjadi? Masa gara-gara sebuah kaos, dia harus kehilangan waktu untuk mengerjakan soal tes. Padahal tes itu tidak memakan banyak waktu. Bayangkan saja waktu untuk mengerjakan soal tes bakal habis untuk mencari kemeja. Perlu diketahui kami adalah mahaasiswa beasiswa. Artinya jika nilai kami tidak sesuai target yang telah ditentukan, maka kami dengan mudah akan dikeluarkan tanpa ampun.
Sering aku berpikir mengapa kejadian ini tak berlaku bagi mereka yang mencontek saja?
Mengapa orang yang ketahuan mencontek tidak langsung dikeluarkan saja dari ruang ujian? Mereka paling-paling hanya kena tegur saja.



haha.. klo di kampusku malah di wajibkan pake seragam
malahan lebih enak pake seragam
hehehe….emang angie kalo kuliah pake dasi gt ya…
coba di usulin ke pihak pengelola aj, sapa tau ada pembahasan ttg itu.
Gak pake seragam kok..